Trade Off antara Pembangunan Pariwisata dan Kelestarian Lingkungan di Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sulawesi. Dengan kekayaan alam yang luar biasa dan warisan budaya yang kaya, Sulawesi Tengah memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pariwisata. Berbagai objek wisata unggulan yang ada di Sulawesi Tengah antara lain Wisata Megalith dan Danau Poso yang berada di Kabupaten Poso serta Wisata Pulau Togean yang berada di Kabupaten Ampana. Pariwisata merupakan sektor yang tidak kalah penting bagi perekonomian di Sulawesi Tengah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Sulawesi Tengah, tahun 2022, kontribusi pariwisata terhadap PDRB Sulawesi Tengah mencapai Rp 4.210 Juta. Selain berkontribusi terhadap PDRB, sektor pariwisata juga memberikan dampak melaui penciptaan lapangan kerja. Menurut BPS pada tahun 2022, jumlah tenaga kerja pariwisata di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan 9,72% atau 194.953 orang dibandingkan tahun 2021 sebanyak 177.681 orang. Penyerapan tenaga kerja ini meliput berbagai sektor misalnya perhotelan, restoran, transportasi, dll.

Meskipun sektor pariwisata memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian, tidak bisa terelakkan bahwa pariwisata juga memberikan dampak negatif bagi keberlanjutan lingkungan. keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik destinasi seringkali menjadi korban dari aktivitas pariwisata. Dampak yang paling umum terlihat adalah Pembangunan infrastruktur pariwisata, seperti Pembangunan cottage dan jalan menuju destinasi, seringkali memerlukan penebangan hutan atau reklamasi pantai yang akibatnya merubah ekosistem asli dan mengancam habitat alami.

Namun, mewujudkan tata Kelola kepariwisataan pemerintah Sulawesi Tengah memegang tiga norma yang menjadi acuan dasar bagi pembangunan pariwisatanya. Norma-norma tersebut adalah kepariwisataan berbasis budaya, kepariwisataan berbasis masyarakat, dan kepariwisataan berbasis lingkungan yang bersumber dari Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Menurut BPS pada tahun 2022, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah mencapai angka 78,66 atau meningkat sebesar 1,13% daripada tahun sebelumnya yaitu 77,78. Angka IKLH Sulawesi Tengah tahun 2022 termasuk dalam kategori baik. Hal ini menendakan bahwa kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Sulawesi Tengah tahun 2022 termasuk baik.

Dengan demikian, pembangunan pariwisata di Sulawesi Tengah memberikan potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga kelestarian lingkungannya. Sehingga untuk tetap mempertahankan keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan kelestarian lingkungan yang saat ini terjadi di Sulawesi Tengah memerlukan kerjasama yang kuat antara pemerintah, masyarakat lokal, dan para pelaku industri pariwisata, serta komitmen untuk menerapkan praktik berkelanjutan yang efektif. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, Sulawesi Tengah dapat mempertahankan keindahan alamnya dan menjadikannya sebagai aset yang berharga bagi generasi mendatang.





Sumber:

Rencana Kerja Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah 2023

Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2023

Statistik Tenaga Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2018-2022

Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Dampak Pariwisata Terhadap Lingkungan - Kompasiana.com



Comments

Popular posts from this blog

Tantangan Derajat Kesehatan di Sulawesi Tengah dalam Menghadapi Bonus Demografi

Tantangan Migrasi Bagi Kota Palu